Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label ilmu ushul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu ushul. Tampilkan semua postingan

Sabtu

saya ragu kalau anda blogger muslim 1

assalamu'alaikum.wr.wb.
heran!!!sampai saat ini masih saja banyak yang ngaku islam lah,ustadz lah,tapi memosting artikel di blog atau website masih saja menulis al-qur'an ataupun al-hadits dengan bahasa ajam saja,padahal 3 blog saya sudah sama sama memosting tentang hukum membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja,malah saya juga sudah posting di situs situs besar seperti kompasiana,saya juga posting diFB,SS dan lain lain.
insya allah saya yakin semua blogger muslim khususnya blogger indonesia sudah pernah membacanya semua,namun herannya tetap saja tidak ngaruh.
apakah mereka termasuk ختم الله على قلوبهم
ya...semoga saja mereka segera mendapat hidayat dari allah dan berbuat yang benar,dan tidak lagi menulis al-qur'an ataupun al-hadits hanya dengan bahasa ajam saja amin.
bagi saudara saudara yang membaca artikel ini saya mohon bantuannya untuk menyebarluaskan dan memberitahukan pada yang lainnya,bahwa menulis atau membaca al-qur'an ataupun al-hadits itu tidak boleh hanya dengan bahasa ajamnya saja.
untuk mengetahui hukumnya anda bisa baca artikel saya yang berjudul hukum membaca dan menulis al-qur'an dengan bahasa ajam saja
anda juga bisa baca artikel saya Yang berjudul AL-QUR'AN dan bisa juga membaca artikel artikel yang lain yang mengenai al-qur'an dan ilmu ushul baik ushulut tafsir maupun ushulul fiqh dengan mengklik label postingan saya.
terima kasih sudah berkunjung semoga apa yang saya posting bermanfaat wassalamu'alaikum.wr.wb.

read more

pengertian adat dan urf

assalamu'alaikum wr.wb.
alhamdulillah saya bisa menulis lagi untuk meneruskan pelajaran ilmu ushul.
kali ini yang akan saya bahas adalah adat dan urf
adat
kata adat berasal dari bahasa arab (عادة) akar katanya: 'ada,ya'udu mengandung arti : تكرار perulangan.
karena itu,sesuatu yang baru dilakukan satu kali belum dinamakan adat.
adapun secara istilah ada beberapa pengertian,antara lain adat adalah:
ما استمر الناس عليه عند حكم العقل وعاد واليه مرة بعد اخرى
sesuatu yang dikehendaki manusia dalam segi hukum akal dan mereka kembali terus menerus melakukannya.
atau:
الامر المتكرر من غير علاقة عقلية
sesuatu dikerjakan secara berulang ulang tanpa adanya hubungan rasional.
adapun yang banyak menyatakan adalah seperti ini:
العادة ما تعارفة الناس فاصبح مألوفا لهم سائغا في مجرى حياتهم سواء كان قولا او فعلا
adat adalah segala apa yang telah dikenal manusia,sehingga hal itu menjadi suatu kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan mereka baik itu berupa perkataan ataupun perbuatan.
العرف
'urf.
'urf sama dengan adat
العرف هو ما تعارفه الناس وساروا عليه من قول او فعل او ترك ويسمى العادة وفي لسان الشرعيين لا فرق بين العرف والعادة
'Urf adalah apa yang dikenal oleh manusia dan berlaku padanya,baik berupa perkataan maupun perbuatan ataupun meninggalkan sesuatu,
dan ini juga dinamakan adat.
dan dikalangan ulama' syari'at tidak ada perbedaan antara 'urf dan adat.
semoga manfaat wassalamu'alaikum wr.wb.

read more

pengertian 'amal

'AMAL BIL ASHLI
العمل بالرجيح
yaitu mengamalkan dalil yang lebih rajih (kuat)
'AMAL BI AQWASY SYABAHAINI
الاخذبهاهو اقوى شبهابه كالقاقه
memegang nama yang lebih kuat serupanya (memegang yang lebih kuat serupa dari dua yang serupa)
'AMAL BI DHAHIRI
الاخذ بظاهر النص او اظهره عند انتقاء دليل فوقه اويساويه
memegangi yang nyata atau yang lebih nyata,ketika tidak memperoleh dalil yang mengatasinya atau yang menyamainya
ulama' ushul biasa memegang dalil yang lebih nyata atau yang lebih jelas.
termasuk pendapat pendapat yang kuat menghukumi memegang pada apa yang lebih jelas itu wajib.
untuk sementara sampai disini dulu pelajaran ushulnya ya...
semoga manfaat wassalamu'alaikum wr.wb.

read more

waqaf dan ibtida'

assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
di bawah ini adalah artikel lengkap mengenai waqaf dan ibtida'.
dikatakan lengkap karna bukan hanya mengulas waqaf dan ibtida' saja namun beserta contoh contohnya,dan pembagiannya,namun masih ada kekurangannya yaitu dihal pembagian waqaf isyaroh/waqaf bil isyaroh,namun mengenai perincian waqaf bil isyaroh sudah saya posting dengan judul "cara waqaf pada kalimat yang sebelum huruf terakhirnya bersukun" namun masih ada beberapa hal yang belum saya terangkan,mungkin saya akan terangkan dilain kesempatan.
artikel waqaf dan ibtida' dibawah ini sebenarnya hasil kiriman salah satu teman saya,yang meminta saya untuk menashhihnya,setelah saya kaji ternyata terdapat sedikit kekurangan saja namun sudah cukup jelas buat anda yang sudah pernah mengaji qiroatul qur'an secara langsung kepada guru anda.
artikel ini juga bisa dijadikan pengingat kita waktu kita rada rada lupa pada pengertian waqaf ataupun tanda waqaf.
untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya WAQAF DAN IBTIDA'

WAQAF DAN IBTIDA'

Perlu kita mengenal istilah-istilah terkait dengan membaca Al-Qur’an dan menghentikan bacaan sebagai berikut : 

1. Iftitah [ اِفْتِتَاح ] adalah pembukaan dalam bacaan Al-Qur’an yang diawali dengan membaca isti’adzah, basmalah, lalu diteruskan dengan membaca ayat. 

2. Waqaf [ وَقَفْ ] adalah menghentikan bacaan atau suara sejenak pada akhir suku kata untuk mengambil nafas dengan maksud kendak melanjutkan bacaan pada ayat berikutnya. 

3. Ibtida’ [ اِبْتِدَاء ] adalah memulai bacaan kembali sesudah waqaf dari awal suku kata pada ayat berikutnya. 

4. Qatha’ [ قَطَعْ ] adalah mengakhiri bacaan Al-Qur’an dengan memotong bacaan sama sekali. Dan apabila hendak membuka bacaan kembali sesudah melakukan qatha’, disunahkan membaca isti’adzah lagi. 

Perhatian contoh berikut ini : 

اَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّـيْطَانِ الـرَّجِـيْمِ - بِسْـــمِ اللهِ الـرَّحْـمَنِ الـرَّحِـيْمِ 

1.قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ 2. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 3. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ 4 . وَمِنْ شَرِّالنَّـفَّاثَاتِ فِى الْعُقَدِ 5. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ . 

PEMBAGIAN WAQAF 

1. WAQAF IKHTIBARI (menguji atau mencoba). Maksudnya adalah waqaf yang dilakukan untuk menguji qari’ atau menjelaskan agar diketahui cara waqaf dan ibtida’ yang sebenarnya. Waqaf ini dibolehkan hanya dalam proses belajar mengajar, yang sebenarnya tidak boleh waqaf menurut kaidah ilmu tajwid. 

2. WAQAF IDHTHIRARI (terpaksa). Maksudnya adalah waqaf yang dilakukan dalam keadaan terpaksa, mungkin karena kehabisan nafas, batuk atau bersin dan lain sebagainya. Apabila terjadi waqaf ini, hendaklah mengulang dari kata tempat berhenti atau kata sebelumya yang tidak merusak arti yang dimaksud oleh ayat. 

3. WAQAF INTIZHARI (menunggu). Maksudnya adalah waqaf yang dilakukan pada kata yang diperselisihkan oleh ulama’ qiraat antara boleh dan tidak boleh waqaf. Untuk menghormati perbedaan pendapat itu, sambil menunggu adanya kesepakatan, sebaiknya waqaf pada kata itu, kemudian diulangi dari kata sebelumnya yang tidak merusak arti yang dimaksud oleh ayat, dan diteruskan samapi tanda waqaf berikuitnya. Dengan demikian terwakili dua pendapat yang berbeda itu. 

4. WAQAF IKHTIARI (pilihan). Maksudnya adalah waqaf yang dilakukan pada kata yang dipilih, disengaja dan direncanakan, bukan karena ada sebab-sebab lain. 

WAQAF IKHTIARI ADA EMPAT 

1. WAQAF TAM (sempurna). Maksudnya adalah waqaf pada akhir suku kata yang sudah sempurna, baik menurut tata bahasa maupun arti. Pada umumnya terdapat pada akhir ayat dan di akhir keterangan, cerita atau kisah. Dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan ayat berikutnya. Seperti waqaf pada الْمُفْلِحُوْنَ dalam ayat berikut : 

اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ لا وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ [ البقرة : 5] 

- Waqaf Tam bisa terjadi sebelum habisnya ayat, seperti waqaf pada kata اَذِلَّةٍ dalam ayat : 

قَالَتْ اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً اَفْسَدُوْهَاوَجَعَلُوا اَعِزَّةَ اَهْلِهَا اَذِلَّةٍ وقف وِكَذَالِكَ يَفْعَلُوْنَ [ النمل : 34 ] 

- Waqaf Tam terkadang terjadi pada pertengahan ayat, seperti waqaf pada kata اِذْ جَاءَ نِيْ dalam ayat : 

لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَاِذْ جَاءَ نِيْ وقف وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلإِنْسَانِ خَذُوْلاً [الفرقان :29] 

- Dan waqaf Tam dapat terjadi pula sesudah habis ayat tambah sedikit, seperti waqaf pada kata وَبِاللَّيْلِ dalam ayat : 

وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُصْبِحِيْنَ☼ وَبِاللَّيْلْ وقف اَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ [ الصفات : 137 - 138] 

2. WAQAF KAFI (cukup). Maksudnya adalah waqaf pada akhir suku kata yang menurut tata bahasa sudah dianggap cukup, tetapi dari segi arti, cerita atau kisah masih ada kaitannya dengan ayat berikutnya. Seperti waqaf pada ☼يُوْقِنُوْنَ dalam ayat berikut : 

وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَا اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ج وَبِالأَخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ ☼ اُولئِكَ عَلَى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ لا وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ☼ [ البقرة : 4 – 5 ] 

3. WAQAF HASAN (baik). Maksudnya adalah waqaf pada akhir suku kata yang sudah dianggap baik menurut tata bahasa, tetapi masih ada kaitan dengan ayat berikutnya, baik dari segi arti maupun tata bahasa. Seperti waqaf pada ☼ الْعَالَمِـيْنَ dalam ayat berikut : 

اَلْحَمْـدُ للهِ رَبِّ الْعَـالَمِـيْنَ☼ اَلرَّحْمـنِ الرَّحِيْـمِ ☼ مَـالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ☼ 

4. WAQAF QABIH (buruk). Maksudnya adalah waqaf pada akhir suku kata yang menurut tata bahasa tergolong buruk dan bahkan merusak arti atau maksud dari makna ayat yang sebenarnya. Seperti waqaf pada ☼ لِلْمُصَلِّيْنَ dalam ayat berikut : 

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ ☼ الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلاَ تِهِمْ سَاهُوْنَ ☼ 

Waqaf pada ☼ لِلْمُصَلِّيْنَ akan merusak arti atau maksud ayat. Maksud dari ayat adalah : “Neraka itu untuk orang-orang yang melalaikan shalat” Ketika waqaf pada ☼ لِلْمُصَلِّيْنَ , maka maksud ayat lalu berubah menjadi :
“Neraka itu untuk orang-orang yang mengerjakan shalat" 

CARA BERWAQAF 
Waqaf dalam membaca Al-Qur’an dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut, yaitu : 

1. Akhir suku kata dimatikan dalam bacaan apabila berharakat fathah, kasrah, dhammah, kasratain atau dhammatain [ ـَ ـِ ـُ ـٌ ـٍ ] Contoh : 

سَقَرْ☼ = سَقَرَ ☼ نُذُرْ ☼ = نُذُرِ ☼ اَحْسَنْ ☼ = اَحْسَنُ ☼ تَخَوُّفْ = ☼ تَخَوُّفٍ ☼ اَشِرْ ☼ = اَسِرٌ☼ 

2. Akhir suku kata dimatikan [ ـْ ]dalam bacaan apabila berharakat : Fathah, kasrah atau dammah yang sebelumnya ada Alif [ا ـَ ـِ ـُ ] seperti : 

☼ الْحِسَابَ ☼ الْحِسَابِ ☼ الْحِسَابُ dibaca ☼ الحِسَا بْ 

خَطَايَايْ dibaca ☼ خَطَايَايَ ☼ ـ اِيَّايْ dibaca ☼ اِيَّايَ☼ 

- Fathah sebelumnya ada Wa [ وْ ـَ ] seperti : ☼ يُنْصَرُوْنَ dibaca ☼ يُنْصَرُوْنْ 

- Fathah, kasrah atau dhammah sebelumnya ada Ya’ mati,[يْ ـُ ـِ ـَ ] , seperti : ☼ اَلْحَلِيْمَ ☼ اَلْحَلِيْمِ ☼ اَلْحَلِيْمُ dibaca ☼ اَلْحَلِيْمْ 

- Dhammatain atau kasratain sebelumnya ada Ya’mati, [يْ ـٌ ـٍ ] seperti : ☼ حَلِيْمٌ ☼ حَلِيْمٍ dibaca ☼ حَلِيْمْ 

- Dhammatain atau kasratain sebelumnya ada Waw mati [وْ ـٌ ـٍ ] seperti : ☼ غَفُوْرٌ ☼ غَفُوْرٍ dibaca = ☼ غَفُوْرْ 

3. Akhir suku kata berharakat fathatain dan sesudahnya ada huruf Alif [ـً ا] dibaca fathah [ـَ ا], seperti : ☼حَكِيْمًا dibaca = ☼ حَكِيْمَا 

- atau akhir suku kata terdiri dari huruf Hamzah berharakat fathatainn [ءً] dibaca fathah [ءَ] , seperti : ☼ مَاءً dibaca = ☼ مَائَا 

- atau akhir suku kata terdiri dari Alif maqshurah dan sebelumnya berharakat fathatain [ ـً ى ] dibaca fathah [ ـَ ى], seperti : ☼ مُسَمًّى dibaca = ☼ مُسَمَّى 

4. Akhir suku kata terdiri dari Ta’ Marbuthah [ ـة ـ ة ] dimatikan dan bunyinya berubah menjadi bunyi Ha’ [ ـهْ ـ هْ ] , seperti : 

حَامِيَهْ☼ dibaca = حَامِيَةٌ ☼ ـ بَرَرَهْ dibaca = ☼ بَرَرَةٍ ☼ 

5. Akhir suku kata yang terdiri dari huruf Ha’ berharakat kasrah atau dhammah [ ـهِ ـ ـهُ ] dimatikan [ ـهْ ـ ـهْ ] , seperti : 

صَا حِبَتِهْ ☼ =dibaca صَاحِبَتِهِ ☼ـ رَسُوْلُهْ☼ dibaca = رَسُوْلَهُ☼ 

6. Akhir suku kata terdiri dari huruf Mad atau huruf mati, dibaca apa adanya tanpa ada perubahan, seperti : 

☼ اَقْفَالُهَا tetap dibaca ☼ اَقْفَالُهَا - ☼ جَنَّاتِيْ tetap dibaca ☼ جَنَّاتِيْ ☼ فَسَقُوْا tetap dibaca ☼ فَسَقُوْا - ☼ لَيَطْغَى tetap dibaca ☼ لَيَطْغَى ☼ عَلَيْهِمْ tetap dibaca ☼ عَلَيْهِمْ - ☼ يُوْلَدْ tetap dibaca ☼ يُوْلَدْ 

7. Akhir suku kata terdiri dari huruf hidup, sedangkan sebelumnya terdapat huruf mati seperti dalam kurung [ ـْ ـَ / ـْ ـِ / ـْ ـُ ]maka huruf akhir suku kata itu dimaitkan seperti dalam kurung [ ـْ ـْ / ـْ ـْ / ـْ ـْ ] sehingga ada dua huruf mati. Cara mewaqafkan, cukup sekedar bunyi akhir suku kata itu didengar sendiri atau oleh orang yang berdekatan sebagai isyarat bahwa ada huruf mati, sehingga waqaf seperti ini disebut “waqaf isyarat”. Contoh : 

وَالْعَصْرْ☼ dibaca وَالْعَصْرِ ☼ ـ وَالأَمْـرْ☼ dibaca وَالأَمْـرُ☼ 

8. Akhir suku kata bertasydid dimatikan tanpa menghilangkan fungsi tasydidnya, seperti : ☼ مِنْـهُنَّ dibaca ☼ ـ مِنْـهُنّْ ☼خلَقَهُنَّ dibaca ☼ خَلَقَهُنّْ 

9.Hamzah di akhir kata yang ditulis di atas waw [ ؤ ] dimatikan bila waqaf, dan dibaca pendek bila washal, seperti : 

QS.An-Nahl [16] : 48 -Tulisan  - يَـتَـفَـيَّـؤُا bila Waqaf ☼ يَـتَـفَـيَّـأْ - dan bila Washal dibaca يَـتَـفَـيَـؤُا ظِلاَلُهُ 

QS.Al-Furqan [26] : 77 -Tulisan  - يَـعْـبَــؤُا bila Waqaf dibaca ☼ يَـعْـبَـأْ - dan bila Washal dibaca يَـعْـبَـؤُا بِـكُمْ 

Demikian pula dalam QS.Yusuf [12] : 84 تَـفْـتَـؤُا , - dalam QS. Thaha [20] : 18 اَتَـوَكَّـؤُا ,- dan dalam QS. An-Nur [24] : 8  يَـدْرَؤُا 

10.Hamzah di akhir kata yang ditulis di atas waw [ ؤ ] bila waqaf dimatikan sesudah membaca panjang huruf sebelumnya, dan bila washal hamzah dibaca pendek seperti :

QS. Asy-Syu'araa' : [26} :197 -Tulisan - عُـلَـمـؤُا bila Waqaf dibaca ☼عُـلَـمَـاءْ - dan bila Washal dibaca عُـلَـمـؤُا بَنِيْ اِسْرَائِيْلَ 

Demikian pula dalam QS.Fathir [35] : 28 عُـلَـمـؤُا ,- QS. Ibrahim : [14] : 21 ,- dan Al-Mu’min [40] : 47  الضُّـعَـفـؤُا ,- QS.Yunus [10] : 28  شُـرَكـؤُا ,- QS.Ar-Ruum [30] :13  شُـفَـعــؤُا 

TANDA-TANDA WAQAF 
1. م WAQAF LAZIM [وَقَفْ لاَزِمْ] Tanda mesti berhenti. 
2. لا LA WAQFA [ لاَ وَقْفَ ] Tanda tidak boleh berhenti. 
1. ط WAQAF MUTHLAQ [ وَقَفْ مُطْلَقْ ] Tanda sempurna berhenti. 
2. ج WAQAF JAIZ [ وَقَفْ جَائِزْ ] Tanda boleh berhenti dan boleh terus. 
3. ز WAQAF MUJAWWAZ [ مُجَوَّزْ ]Tanda boleh berhenti, terus lebih baik. 
4. ص WAQAF MURAKH-KHASH [ وَقَفْ مُرَخَّصْ ] Tanda diringankan (di bolehkan) berhenti karena mempunyai nafas pendek, terus lebih baik. 
5. قف WAQAF MUSTAHAB [وَقَفْ مُسْتَحَبْ ]. Tanda berhenti lebih baik, tidak salah kalau terus. 
6. قلى WAQAF AULA [وَقَفْ اَوْلَى]. Tanda berhenti lebih baik. 
7. ق QILA WAQAF [ قِيْلَ وَقَفْ ] Sebagian pendapat, tanda boleh berhenti. 
8. صلى WASHAL AULA [وَصَلْ اَوْلَى] Tanda terus lebih baik. 
11.ك Kadza lika Muthabiq lima qablahu [كَذَالِكَ مُطَابِقٌ لِمَا قَبْلَهُ ]Tanda berhenti seperti tanda waqaf sebelumnya. 
12. … ___… WAQAF MU’ANAQAH [ وَقَفْ مُعَانَقَةِ ]Tanda boleh berhenti pada salah satu titik tiga. 
13. س/سكت SAKTAH [ سَكْتَةْ ]Tanda berhenti sejenak tanpa ambil nafas.


mengenai tanda tanda waqaf ulama' yang sepuluh banyak yang tidak sama (khilaf) jadi anda bisa mengikuti salah satunya.
dan untuk lebih baiknya anda ikuti ulama' yang masuk pada mutawattir,begitu juga dalam qiroatnya,lebih baik anda ikuti yang mutawattir saja,atau diwaktu anda bersama orang lain (banyak orang) gunakanlah yang mutawattir,hal ini untuk menjaga salah persepsi orang yang mendengarkan anda.
mungkin untuk lebih jelasnya saya akan bahas dilain kesempatan tentang qiro'ah
sekian dulu semoga manfaat.wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

sumber ilmu
http://mughits-sumberilmu.blogspot.com/2012/02/waqaf-dan-ibtida.html 
read more

AL-ILMU DAN AL-MA'RIFAH

assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh. setelah saya membahas MUQADDIMAH (ushulut tafsir)
lalu saya teruskan dengan adat dan urf dan 'amal (ushul) sekarang kita lanjutkan ke pembahasan al-ilmu dan al-ma'rifah.
sebenarnya saya bimbang untuk meneruskan ini,karna sepertinya saya sudah membahas ini sebelumnya.
saya coba cari di arsip blog ini tapi tidak ketemu,karna tidak ketemu lalu saya putuskan untuk menulisnya.
langsung saja pada persoalan AL-ILMU DAN AL-MA'RIFAH
العلم: معرفة المعلوم
ilmu adalah mengetahui
المعرفة: العلم
ma'rifah adalah: ilmu
bingung ya?
memang begitu yang diterangkan dalam kitab,tapi tenang saja saya akan kasih sedikit penjelasan.
mengenai AL-ILMU DAN AL-MA'RIFAH ini sebenarnya ulama' memang memang mempunyai banyak pendapat,tapi disini saya akan membahas menurut kitab ushulul qur'an ATTAYSIR fi ilmil wushul.
al-ilmu itu mengetahui sesuatu dengan panca indra,contoh:
anda mengetahui rasanya cabe itu pedas atau anda mengetahui rasanya gula itu manis adalah ilmu,karna tahunya anda dikarenakan memakai panca indra (lidah) yang merasakan rasanya cabe atau gula tadi.
al-ma'rifah itu mengetahui sesuatu tanpa dengan panca indra,seperti tahunya anda bahwa tuhan itu ada.
padahal anda tidak melihat atau menyentuh tuhan.
maka dari itu para awliya' disebut al-'arif billah.
sudah faham ya?
semoga anda sudah faham dan semoga tulisan ini bermanfaat amin.
wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
read more